Hindia Membasuh

sampingrumahku.com - Kembali lagi pada tulisan-tulisan tak berbobot ini dengan tema sebelumnya, yaitu Hindia; Sebuah Usaha Mawas Diri

Dalam tulisan sebelumnya, saya mengambil beberapa potong lirik yang kemudian saya maknai sebagai manifesto mawas diri bagi saya pribadi. Sebab terkadang saya sebagai manusia kelewatan mengeluarkan ekspresi diri terhadap persoalan yang saya hadapi; baik urusan bahagia, kecewa, dan sedih. Bahkan saya juga terkadang tidak sadar bahwa sebenarnya saya begitu pamrih terhadap investasi atau segala sesuatu yang sudah saya curahkan kepada sesama bahkan kepada-Nya.

Membasuh, adalah lagu terbaru dari Hindia yang berkolaborasi dengan Rara Sekar. Pada awal lirik lagu saja sudah begitu mengacak-acak logika berpikir saya. Begini bunyinya, "Selama ini ku nanti Yang ku berikan datang berbalik, Tak kunjung pulang apapun yg terbilang, Di daftar pamrih ku seorang, Telat ku sadar hidup bukanlah perihal mengambil yang kau tebar". Begitu menusuk menurut saya, sebab Hindia terang-terangan menyebutkan kata pamrih. Tanpa tedeng aling-aling saya merasa malu!. Seperti yang sudah saya katakan di atas, bahwa terkadang saya tidak sadar bahwa tumbuh perasaan pamrih terhadap apa yang sudah saya lakukan.

Bahkan untuk urusan ibadah, saya juga terkadang pamrih terhadap ibadah yang sudah saya kerjaan. Saya tidak mempersoalkan bentuk ibadahnya, ini adalah masalah tentang niatan saya pribadi ketika hendak melakukan ibadah kepada-Nya. Sifat pamrih itu timbul manakala kesulitan datang, saya berpikir bahwa jika saya melakukan ibadah secara "khusyuk" maka Tuhan akan mengabulkan permintaan saya. Suka tidak suka, saya memang terkadang tanpa sadar melakukan hal seperti itu. Ikhlas menjadi kata kunci yang saya tangkap dalam materi lagu Membasuh dari Hindia ini.

Sulit memang. Mawas diri adalah koentji.

Bersambung...

Hindia; Sebuah Usaha Mawas Diri Part II

 Hindia Membasuh

sampingrumahku.com - Kembali lagi pada tulisan-tulisan tak berbobot ini dengan tema sebelumnya, yaitu Hindia; Sebuah Usaha Mawas Diri

Dalam tulisan sebelumnya, saya mengambil beberapa potong lirik yang kemudian saya maknai sebagai manifesto mawas diri bagi saya pribadi. Sebab terkadang saya sebagai manusia kelewatan mengeluarkan ekspresi diri terhadap persoalan yang saya hadapi; baik urusan bahagia, kecewa, dan sedih. Bahkan saya juga terkadang tidak sadar bahwa sebenarnya saya begitu pamrih terhadap investasi atau segala sesuatu yang sudah saya curahkan kepada sesama bahkan kepada-Nya.

Membasuh, adalah lagu terbaru dari Hindia yang berkolaborasi dengan Rara Sekar. Pada awal lirik lagu saja sudah begitu mengacak-acak logika berpikir saya. Begini bunyinya, "Selama ini ku nanti Yang ku berikan datang berbalik, Tak kunjung pulang apapun yg terbilang, Di daftar pamrih ku seorang, Telat ku sadar hidup bukanlah perihal mengambil yang kau tebar". Begitu menusuk menurut saya, sebab Hindia terang-terangan menyebutkan kata pamrih. Tanpa tedeng aling-aling saya merasa malu!. Seperti yang sudah saya katakan di atas, bahwa terkadang saya tidak sadar bahwa tumbuh perasaan pamrih terhadap apa yang sudah saya lakukan.

Bahkan untuk urusan ibadah, saya juga terkadang pamrih terhadap ibadah yang sudah saya kerjaan. Saya tidak mempersoalkan bentuk ibadahnya, ini adalah masalah tentang niatan saya pribadi ketika hendak melakukan ibadah kepada-Nya. Sifat pamrih itu timbul manakala kesulitan datang, saya berpikir bahwa jika saya melakukan ibadah secara "khusyuk" maka Tuhan akan mengabulkan permintaan saya. Suka tidak suka, saya memang terkadang tanpa sadar melakukan hal seperti itu. Ikhlas menjadi kata kunci yang saya tangkap dalam materi lagu Membasuh dari Hindia ini.

Sulit memang. Mawas diri adalah koentji.

Bersambung...

No comments