sampingrumahku.com - FSTVLST (dibaca FESTIVALIST) adalah band rock asal Yogyakarta yang beranggotakan Farid Stevy, Roby Setiawan, Humam Mufid, Danish Wisnu, dan Rio Faradino. Sebenarnya FSTVLST adalah transformasi JENNY, formasi awal sebelum tercipta FSTVLST. JENNY sendiri telah menelurkan satu album yang diberi nama Manifesto (2009) dan beberapa single sebelum akhirnya bubar dan terbentuk FSTVLST sampai saat ini.



Setelah terbentuk menjadi FSTVLST, mas-mas ini kemudian menelurkan album I dengan nama HITS KITSCH (2014). Menurut Wikipedia, album ini masuk dalam nominasi 20 album terbaik oleh Majalah Rolling Stone. Dalam album HITS KITSCH terdapat 10 track lagu yang saya hafal walaupun tidak hafal semua liriknya hehe. FSTVLST sendiri menurut saya band yang unik, sebab mereka tidak hanya memainkan musik dan lirik saja namun mereka juga memainkan seni visual. Dari satu panggung ke panggung lainnya FSTVLST kemudian mendapatkan ruang yang luas bagi penggemar baru termasuk saya. Rata-rata penggemar lama tahu mereka dengan nama JENNY, sedangkan penggemar baru hanya tahu FSTVLST yang sekarang. Karena saya cukup kepo terhadap hal-hal yang kagumi, kemudian saya baru tahu kalau FSTVLST adalah perubahan dari JENNY. Seluruh track dalam album HITS KITSCH saya sukai, namun Orang-orang di Kerumunan, Bulan Setan atau Malaikat, dan Ayun Buai Zaman adalah track favorit saya. Masing-masing dari lagu itu begitu dekat dengan keadaan sosial saat ini. Sebagai pendengar merasa terwakili dengan lagu-lagu mereka. 




Setelah HITS KITSCH (2014), kini di tahun 2019 FSTVLST sedang mempersiapkan peluncuran album ke 2 bertajuk FSTVLST II (koreksi jika salah). Dalam album ke 2 ini terdapat 9 track lagu. Bukan FSTVLST namanya jika tak memainkan seni visual dalam album mereka. Sebelum mereka resmi mengumumkan peluncuran album ke 2, dalam akun instagram terlebih dulu mereka mengunggah gambar-gambar ‘aneh’ sampai muncul #akundihack. Kemudian setelah tebak-menebak, akhirnya mereka mengumumkan bahwa album ke 2 mereka akan segera diluncurkan. Cek fstvlst.id untuk infonya. Kali ini sepertinya FSTVLST memainkan simbol-simbol dalam setiap lagunya. Jadi tambah penasaran. 



Sebenarnya album ke 2 mereka sudah ditandai dengan munculnya single berjudul GAS! Yang membuat penggemar mereka senang. Tentu saja dengan demikian, sebagai penggemar kita akan terus menikmati karya-karya mereka. Jangan lupa beli boxsetnya. Nabung!. Nah ada satu lagi yang unik dalam proses peluncuran album ke 2 ini. Kita diarahkan menuju website fstvlst.id dan kita akan mendapatkan akses untuk dapat mengunduh beberapa lagu, namun kita diwajibkan untuk mendaftar terlebih dahulu yang nantinya akan mendapatkan NIF (Nomor Induk Fstvlst). Keren. Nah sesudah itu kita bisa mengunduh beberapa lagu dari mereka. Dalam website tersebut juga terdapat informasi mengenai isi boxset dan waktu kapan kita dapat mengikuti pra-pesan. Ah harus sabar dan nabung biar bisa menebus boxsetnya. 

Perkembangan dunia kreatif di Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan pesat. Pekerjanya sendiri mulai menciptakan inovasi-inovasi guna mendukung proses berkaryanya. Salut. Saya secara pribadi mengucapkan terimakasih sudah bisa kenal dengan karya-karya FSTVLST dalam album I dan akhirnya memaksa saya untuk kenalan dengan lagu-lagu JENNY, dan selamat datang FSTVLST II. Cheers dulu air beningnya. Heuheu.

Sekian, salam hormat.

Menuju FSTVLST II


Remah - Remah
Kita hanya remah-remah penyemarak
Menambahi sorak sorai
Padahal mesin pembunuh massal sedang dipersiapkan
Atasnama kemakmuran.

Kita hanya memakan remah-remah gula
Dalam toples dan diinjak!
Untuk bumbu kesenangannya

Kepala beradu kepala
Hati beradu hati
Saling pukul
Caci, dan hina.
Padahal mesin pembunuh massal sedang dipersiapkan
Atasnama persamaan

Jaga kewarasan

Remah-Remah

sampingrumahku.com - Jason Ranti dan albumnya yang telah lahir menambah daftar perpustakaan musik di Indonesia terutama pada skena indie. Beberapa tahun kebelakang, skena indie mulai mendapatkan atau lebih tepatnya mempunyai penikmat yang tentu saja ikut meramaikannya. Jason Ranti atau lebih dikenal dengan nama panggung Jeje pun mempunyai fans garis keras yang mempunyai nama Gerombolan Woyoo. Sungguh senang saya sebagai penikmat musik dengan keanekaragaman musik yang berkembang di Indonesia. 

Sebelum memulai solo karir, Jeje mempunyai band yang bernama Stairway to Zinna dimana Jeje menjadi gitaris. Namun, kemudian Jeje mencoba untuk bersolo karir yang membuat namanya kini dikenal melalui karya-karyanya dalam dua album. Akibat Pergaulan Blues dan Blues Lendir (EP). Konon katanya Jeje sedang memasak album berikutnya yang akan rilis pada tahun ini. Semoga dilancarkan ya bang Je!
Lagu-lagu Jeje disebut kental akan kritik terhadap keadaan sosial yang terjadi. Penafsiran terhadap suatu karya memang bermacam-macam dan luar biasa. Saya pribadi menganggap karya Jeje adalah karya yang jenius, ia memainkan kata-kata yang dirangkainya menjadi sebuah 'rapalan'. Sebagai pendengar pula, saya seperti diajak jalan-jalan sembari dijelaskan bahwa ini begini bawah itu begitu. Dari satu lirik dengan lirik lainnya terkadang susah untuk dijelaskan bagaimana lirik-lirik tersebut dapat menjadi kesatuan. Tak jarang lirik-lirik Jeje membuat tersenyum sampai tertawa bagi pendengarnya. Jeje memainkan gitar dan harmonika disetiap dakwahnya (sebutan panggung jeje).

Setelah lahir album pertama, Jeje mengeluarkan EP berjudul Blues Lendir yang dirilis dalam bentuk kaset. Berisi 3 track; Serpihan Lendir Kobra, Blues Lendir, dan Surat. Blues lendiri sendiri menjadi andalan dalam EP ini. Blues lendir mempunyai lirik yang panjang dan naratif (menurut saya). Ia bercerita banyak melalui blues lendir dan ia hafal seluruh lirik panjangnya.

Dalam rilisan kaset Blues Lendir terselip doa, begini doanya:

Doa Seorang Kobra

Tuhan,
Rendahkanlah hatiku
Berkatilah usahaku
Bukakanlah pintu rejeki bagiku
Dan ketika semua sudah terkabul
Jagalah ular dalam celanaku.
Amin
-Jejeboy 

Jeje adalah musisi yang bersahaja dan kocak. Bahkan ia meminta direndahkan hatinya. Dalam setiap panggung dakwahnya selalu membuat tawa untuk penontonya. Cek saja di Youtube dalam beberapa live dakwah panggungnya. Baru-baru ini pula Jeje berkolaborasi dengan salah satu musisi terbaik Iwan Fals dalam konsernya. Salut! 

Panjang umur musisi dan dunia kreatif!

Jason Ranti dan Albumnya

sampingrumahku.com - Teater Perisai adalah sebuah lembaga UKM tingkat kampus yang berasalah dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sebagai lembaga UKM, Teater Perisai mempunyai program kerja studi pentas. Studi pentas adalah pentas bagi 'Warga Baru' alias anggota baru dari Teater Perisai. Bisa dibilang ini adalah proses setelah anggota baru menjalani pendidikan dasar dalam Teater Perisai.


Pada studi pentas kali ini, Teater Perisai mementaskan naskah yang berjudul 'Balada Suta' karya dari Banar Sejati. Naskah ini bercerita tentang legenda Baturaden, yaitu tentang kisah percintaan yang tak direstui antara Putri Wulandari dan Suta. "Konflik dalam naskah ini sebenarnya pada persoalan percintaan, namun ini ku beri tambahan persoalanya lainnya, yaitu pengkhianatan", kata Ayu sutradara dalam studi pentas ini. 

Studi Pentas akan di laksanakan pada Selasa, 9 April 2019 pukul 19.30 WIB. Tiket pementasan ini terdapat 2 macam, yaitu presale Rp 7.000,- dan on the spot Rp 10.000,-. Bertempat di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Kampus I UMP. Silahkan hubungi kontak yang tertera untuk pemesanan tiket pementasan tersebut. Pantau juga sosial medianya di Instagram @teaterperisai untuk update info. 

Studi Pentas Teater Perisai dalam Lakon Balada Suta

sampingrumahku.com - Lupus dan Pilus; dua anak kucing yang ku adopsi dari terminal. Mereka dibuang oleh seseorang tanpa saya tahu alasanya. Ah mungkin banyak alasanya dan saya tidak tahu tentu saja tidak berhak menghakimi orang yang membuang mereka. Mereka sebenarnya adalah empat saudara, namun 2 saudara mereka diadopsi oleh orang lain dan mereka sekarang bergabung dalam keluarga kami. 

Awalnya sedikit ragu alias masih agak sedih kalau-kalau ada kucing di rumah, ya tentu saja semenjak Tikus meninggal. Tapi ku yakinkan diriku buat membawa mereka ke rumah, akhirnya mereka resmi ku bawa. Posisi waktu itu sedang hujan, aku mencari kardus bekas lalu ku masukkan mereka. Untungnya masih kecil, jadi tidak terlalu berontak. Perlahan ku gas sepeda motor menerjang hujan, tapi dengan hati-hati. Sebab ada dua makhluk mungil yang kelak ku beri nama Lupus dan Pilus ini. 

Sampai rumah, cepat-cepat ku buka mantel lalu ku periksa kardusnya. Syukurlah kardus kering. Ku buka pelan-pelan; mereka perlahan keluar. Mencium aroma tempat baru dengan gestur moncong hidung kalau ku sebut 'ngob-ngob' layaknya kucing sedang mencium aroma. Mereka malu-malu untuk keluar dari kardus atau mungkin mereka sedang merasakan jetlag, eh kucing bisa jetlag gak ya?

Nampaknya mereka penasaran dengan tempat baru ini. Kemudian Lupus mulai berlarian kesana kemari, mencium ini dan itu. Sayangnya Pilus masih diam malu-malu, tak apa. Ohya, sebelum ku bawa mereka pulang, sudah ku beli seperangkat pasir dan makanan basah untuk mereka (jaga-jaga aja) hehe. Wah ternyata tubuh mereka penuh KUTU! sebenarnya agak geli merinding disko, melihat kutu sebanyak itu di tubuh kecil anak kucing. Layaknya bayi yang belum tahu harus berbuat apa, mereka berak dan kencing dimanapun mereka suka. Alhasil ruangan tengah bau tokai dan kencing mereka hahaha. Gak papalah kan masih bayi. Tapi mulai ku pusatkan biar bau tidak terlalu menyebar. Ku siapkan pasir dan mereka secara naluri mulai paham tempat dimana harus berak dan kencing.

Setelah beberapa hari di rumah, Ibu memanggil tetangga yang kebetulan juga memelihara kucing banyak. Di madikanlah mereka guna membasmi kutu-kutu. Alhamdulillah kutu banyak yang tumbang, tapi katanya masih ada tapi gak banyak. Tapi tak apalah, lumayan bisa ku bersihkan pelan-pelan. Sekarang mereka adalah bagian dari keluarga kami, duo bocil Lupus dan Pilus setelah Tikus yang sudah bersama Tuannya yang sesungguhnya. 

Rumahku ada kucing lagi!

Lupus dan Pilus

sampingrumahku.com - Okey melanjutkan cerita yang kemarin, Tikus adalah kucing pertama yang dirawat di keluarga kami. Ohya, rumah kami terbilang terpisah dari pemukiman warga alias tidak banyak tetangga. Jadi datangnya Tikus menjadi ikut meramaikan suasana di rumah. 

Keluarga Hewan
Tikus terkadang memakan rumput dan biasanya akan muntah, namun suatu saat dia muntah kuning dan ketika muntah suranya pun begitu parau. Sedih. Sekujur badannya lemas karena kekurangan cairan. Saya mencoba memberinya air hangat yang dicampur madu menurut saran dokter hewan terdekat. Sampai akhirnya saya bawa ke dokter hewan pada suatu pagi. Kemudian sorenya pihak dokter menghubungi kalau Tikus sudah bisa dibawa pulang, sayangnya gak bisa rawat inap. Tikus diberi cairan tepat di tengkuknya sebagai pengganti cairan yang sudah banyak keluar. Sore itu agak gerimis, saya dan sepupu saya naik sepeda motor sambil membawa Tikus di keranjang. Sesampainya di rumah, Tikus begitu lemas saya pun panik dan ini baru pertama kalinya merasa takut kalau-kalau Tikus tidak ada. 

Dia lemas dan masih mengeong seperti biasa, ternyata dia mencret juga. Dalam keadaan lemas, ia memaksakan jalan sambil sempoyongan. Aku hanya bisa menguntitnya dibelakang sambil menahan sedih. Astaga ini hewan pertama yang begitu deakt denganku. Ia memaksa keluar rumah dan mencoba mendatangi tempat dia biasa bersantai ketika siang hari. Karena agak gerimis aku membopongnya kembali ke rumah. Sempat diam beberapa menit di samping Tikus, aku menangis sedih sambil mencoba memberikan madu hangat. Sehabis maghrib saya bergegas ke petshop membeli pakan basah, sampai rumah Tikus masih tidur lemas. Ternyata sewaktu aku pergi ke petshop, Tikus kabur ke tempat yang sama, yaitu tempatnya  bersantai. Ibu kebingungan mencarinya, namun perkiraan ibu benar, kalau Tikus kembali ke tempatnya bersantai. 

Pelan-pelan ku usap tubuh ringkih Tikus, ia mengeong lemas. Namun ada yang berbeda dari suaranya, tambah parau. Mungkin jika Tikus bisa berbicara, dia akan mengatakan sesuatu. Semalam itu tidurku tak nyenyak sama sekali. Tepat pukul 03.00 ibu terbangun dan mengetuk pintu kamarku. Duduk dan berkata lirih, "Dia sudah gak ada". Tikus meniggal. Bingung seketika menyergap dan diam. Bangun, lalu menangis diriku mendapati tubuh Tikus dingin dan kaku di pojokan kursi ruang tengah. Pagi itu terasa berat bagiku, harus kehilangan kawan baru di rumah kami. Tikus di kucing. Sehabis sholat subuh dibantu bapak, aku menguburkan Tikus di belakang rumah.

Terimakasih sudah mampir di rumah kami

-

Perihal lorong-lorong hidup telah Dia bangun masing-masing untuk kita. Kau menelusuri gelap menuju cahaya
-

Sampai jumpa si Kucing kuberi nama Tikus Maghrib, jangan lupakan bau kami, bau dapur ibuk, bau sepeda motorku, hehehe. Dirimu telah kembali pada-Nya, Tuanmu sesungguhnya.

Wonosobo, 25 Desember 2018


 Keluarga Hewan

Terimakasih Allah sudah mengirimkan Tikus si Kucing mampir di rumah kami. Kawan yang mengajari kejujuran dan ketulusan. Bagi sebagian orang, hewan bukan sekedar hewan. Tapi hewan sudah mereka anggap sebagai kawan, dan anggota keluarga mereka sendiri. Layaknya manusia, hewanpun memiliki perasaan. Mereka layak atas hidup mereka dan mendapatkan kasih sayang dari sesama makhluk Tuhan yang lainnya. Kita sebagai manusia yang katanya makhluk 'sempurna' karena bekal akal dan perasaan sudah seharusnya bisa berpikir mana yang baik untuk dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. 

Salam :)            

Keluarga Hewan #2

sampingrumahku.com - Bagi sebagian orang memiliki hewan peliharaan adalah salah satu cara untuk menjemput perasaan bahagia. Tak jarang pula kita menemui orang yang begitu sayang terhadap binatang peliharaannya sampai menganggapnya sebagai sahabat bahkan anggota keluarga. Saya salah satunya yang menganggapnya bukan sekedar hewan peliharaan semata.

 Keluarga Hewan

Sekitar dua tahun yang lalu, datanglah seekor kucing jantan yang datangnya cukup mengagetkan sebab ketika pagi-pagi dia kedapatan tidur di teras rumah. Jujur keluargaku belum pernah memelihara  bahkan mengadopsi kucing. Dulu sempat memelihara ayam jawa gitu, tapi itu dulu pas saya masih SD sampai SMP. Tiap pagi dapat tugas membuat pakan ayam dan sorenya bantu cari ayam untuk pulang ke kandang. 

Kembali ke kucing tadi, dia datang ternyata lapar. Ya sudah kami beri makan seadanya kalau tidak salah ada nasi dan tempe goreng, dan ternyata habis ludes. Ohya, kucing ini nantinya saya beri nama Tikus. Dia mulai merayu untuk bisa masuk ke rumah dan tidur di dalam. Namun, waktu itu ibu dan bapak belum mengizinkan, sebab kebetulan adik saya takut dengan kucing. Tapi bukan kucing namanya kalau tidak pandai merayu, akhirnya kami sekeluarga luluh dengan rayuan si Tikus dan adik saya perlahan mulai melawan rasa takutnya. Tikus girang bukan kepalang, akhirnya dia menemukan rumah baru dan keluarga baru. Saya yakin dia punya pemilik sebelumnya, karena ada kalung yang melingkar. Kami coba tanya beberapa orang dan kami coba amati, ternyata Tikus selalu pulang ke rumah kami setiap maghrib tiba. Jadi setelah satu bulan Tikus bersama kami, akhirnya kami memutuskan kalungnya dan Tikus resmi bergabung tapi tidak masuk KK hahaha. 

Bersambung...

Keluarga Hewan