sampingrumahku.com - Jason Ranti dan albumnya yang telah lahir menambah daftar perpustakaan musik di Indonesia terutama pada skena indie. Beberapa tahun kebelakang, skena indie mulai mendapatkan atau lebih tepatnya mempunyai penikmat yang tentu saja ikut meramaikannya. Jason Ranti atau lebih dikenal dengan nama panggung Jeje pun mempunyai fans garis keras yang mempunyai nama Gerombolan Woyoo. Sungguh senang saya sebagai penikmat musik dengan keanekaragaman musik yang berkembang di Indonesia. 

Sebelum memulai solo karir, Jeje mempunyai band yang bernama Stairway to Zinna dimana Jeje menjadi gitaris. Namun, kemudian Jeje mencoba untuk bersolo karir yang membuat namanya kini dikenal melalui karya-karyanya dalam dua album. Akibat Pergaulan Blues dan Blues Lendir (EP). Konon katanya Jeje sedang memasak album berikutnya yang akan rilis pada tahun ini. Semoga dilancarkan ya bang Je!
Lagu-lagu Jeje disebut kental akan kritik terhadap keadaan sosial yang terjadi. Penafsiran terhadap suatu karya memang bermacam-macam dan luar biasa. Saya pribadi menganggap karya Jeje adalah karya yang jenius, ia memainkan kata-kata yang dirangkainya menjadi sebuah 'rapalan'. Sebagai pendengar pula, saya seperti diajak jalan-jalan sembari dijelaskan bahwa ini begini bawah itu begitu. Dari satu lirik dengan lirik lainnya terkadang susah untuk dijelaskan bagaimana lirik-lirik tersebut dapat menjadi kesatuan. Tak jarang lirik-lirik Jeje membuat tersenyum sampai tertawa bagi pendengarnya. Jeje memainkan gitar dan harmonika disetiap dakwahnya (sebutan panggung jeje).

Setelah lahir album pertama, Jeje mengeluarkan EP berjudul Blues Lendir yang dirilis dalam bentuk kaset. Berisi 3 track; Serpihan Lendir Kobra, Blues Lendir, dan Surat. Blues lendiri sendiri menjadi andalan dalam EP ini. Blues lendir mempunyai lirik yang panjang dan naratif (menurut saya). Ia bercerita banyak melalui blues lendir dan ia hafal seluruh lirik panjangnya.

Dalam rilisan kaset Blues Lendir terselip doa, begini doanya:

Doa Seorang Kobra

Tuhan,
Rendahkanlah hatiku
Berkatilah usahaku
Bukakanlah pintu rejeki bagiku
Dan ketika semua sudah terkabul
Jagalah ular dalam celanaku.
Amin
-Jejeboy 

Jeje adalah musisi yang bersahaja dan kocak. Bahkan ia meminta direndahkan hatinya. Dalam setiap panggung dakwahnya selalu membuat tawa untuk penontonya. Cek saja di Youtube dalam beberapa live dakwah panggungnya. Baru-baru ini pula Jeje berkolaborasi dengan salah satu musisi terbaik Iwan Fals dalam konsernya. Salut! 

Panjang umur musisi dan dunia kreatif!

Jason Ranti dan Albumnya

sampingrumahku.com - Jason Ranti dan albumnya yang telah lahir menambah daftar perpustakaan musik di Indonesia terutama pada skena indie. Beberapa tahun kebelakang, skena indie mulai mendapatkan atau lebih tepatnya mempunyai penikmat yang tentu saja ikut meramaikannya. Jason Ranti atau lebih dikenal dengan nama panggung Jeje pun mempunyai fans garis keras yang mempunyai nama Gerombolan Woyoo. Sungguh senang saya sebagai penikmat musik dengan keanekaragaman musik yang berkembang di Indonesia. 

Sebelum memulai solo karir, Jeje mempunyai band yang bernama Stairway to Zinna dimana Jeje menjadi gitaris. Namun, kemudian Jeje mencoba untuk bersolo karir yang membuat namanya kini dikenal melalui karya-karyanya dalam dua album. Akibat Pergaulan Blues dan Blues Lendir (EP). Konon katanya Jeje sedang memasak album berikutnya yang akan rilis pada tahun ini. Semoga dilancarkan ya bang Je!
Lagu-lagu Jeje disebut kental akan kritik terhadap keadaan sosial yang terjadi. Penafsiran terhadap suatu karya memang bermacam-macam dan luar biasa. Saya pribadi menganggap karya Jeje adalah karya yang jenius, ia memainkan kata-kata yang dirangkainya menjadi sebuah 'rapalan'. Sebagai pendengar pula, saya seperti diajak jalan-jalan sembari dijelaskan bahwa ini begini bawah itu begitu. Dari satu lirik dengan lirik lainnya terkadang susah untuk dijelaskan bagaimana lirik-lirik tersebut dapat menjadi kesatuan. Tak jarang lirik-lirik Jeje membuat tersenyum sampai tertawa bagi pendengarnya. Jeje memainkan gitar dan harmonika disetiap dakwahnya (sebutan panggung jeje).

Setelah lahir album pertama, Jeje mengeluarkan EP berjudul Blues Lendir yang dirilis dalam bentuk kaset. Berisi 3 track; Serpihan Lendir Kobra, Blues Lendir, dan Surat. Blues lendiri sendiri menjadi andalan dalam EP ini. Blues lendir mempunyai lirik yang panjang dan naratif (menurut saya). Ia bercerita banyak melalui blues lendir dan ia hafal seluruh lirik panjangnya.

Dalam rilisan kaset Blues Lendir terselip doa, begini doanya:

Doa Seorang Kobra

Tuhan,
Rendahkanlah hatiku
Berkatilah usahaku
Bukakanlah pintu rejeki bagiku
Dan ketika semua sudah terkabul
Jagalah ular dalam celanaku.
Amin
-Jejeboy 

Jeje adalah musisi yang bersahaja dan kocak. Bahkan ia meminta direndahkan hatinya. Dalam setiap panggung dakwahnya selalu membuat tawa untuk penontonya. Cek saja di Youtube dalam beberapa live dakwah panggungnya. Baru-baru ini pula Jeje berkolaborasi dengan salah satu musisi terbaik Iwan Fals dalam konsernya. Salut! 

Panjang umur musisi dan dunia kreatif!

No comments