sampingrumahku.com - Siapa yang tak tahu jajanan pasar yang satu ini, yap Klepon!. Jajanan berbentuk bulat dengan taburan parutan kelapa di luarnya dengan isian gula merah. Klepon memang bisa kita temukan dengan mudah di pasar-pasar tradisional dengan dibungkus daun pisang menambah kesan tradisional. Namun jangan salah sangka, dengan bungkusan semacam itu justru klepon semakin sedap untuk dinikmati.

Bahan dasarnya adalah tepung beras ketan yang dibentuk bola-bola kecil lalu direbus pada air mendidih. Kita bisa menambahkan daun pandan sebagai pewarna alami dan tentu saja menambah wangi. Ada juga parutan kelapa guna melapisi bagian terluar dari klepon ini. Satu hal yang tak boleh terlewat adalah gula merah sebagai isian. Sebab klepon tanpa isian gula merah bagaikan sayur tanpa garam (hahaha). 




Terkadang kita memakan sebuah jajanan/ makanan apapun tanpa sadar kita tidak menikmatinya sama sekali. Dimulai dari gigitan pertama sampai habis, kita hanya melewatkan rutinitasnya dengan biasa saja. Berbagai alasan kita ciptakan sebagai upaya penyangkalan bahwa sebenarnya kita tak menikmati makanan yang kita makan, contohnya "ah saya buru-buru, sudah mepet waktu istirahatnya, dan lain-lain. Ada kalanya kita harus benar-benar khidmat pada saat makan, supaya tak berakhir dengan biasa saja. Menikmati makanan juga sebuah penghormatan terhadap makanan itu sendiri.

Kembali ke klepon setelah berbicara kesana-kemari. Klepon mempunyai tekstur kenyal pada gigitan pertama dan seterusnya. Kenyalnya klepon karena terbuat dari tepung beras ketan, tapi untungnya ada parutan kelapa yang membuatnya gurih. Ketika kita sedang sibuk mengunyah klepon dengan tekstur kenyal ini, berpindah dari sisi kanan ke kiri, agaknya gigi susah untuk menghancurkan dan tiba-tiba ceplus seperti ada yang meletus di dalam mulut kita. Bahkan terkadang pada saat gigitan pertama ia sudah meletus. Ia menyebar kemana-mana, dinding, langit-langit, sela-sela gigi, dan ia memenuhi seluruh ruang kunyah kita. Isian gula jawa merah pada klepon telah membuat lengkap takdir sebuah klepon yang harus tanggal pada mulut kita. Nikmat! Tak berhenti disitu, tanpa sadar kita akan terus mengambil klepon dari wadahnya, mengunyah satu persatu dan mencari letusan-letusan lainnya sampai benar-benar habis klepon itu dikoyak-koyak mulut. 



Klepon memberitahu kita bahwa dalam hidup membutuhkan proses untuk mencapai kenikmatan. Dimulai dengan cobaan-cobaan dan usaha dalam menyelesaikan setiap problematika hidup suatu saat tanpa sadar kita akan mendapatkan kejutan-kejutan yang tidak pernah kita sangka sebelumnya. Jika Gula jawa merah adalah sensasi kejutan pada setiap gigitan klepon, maka kejutan pada hidup kita adalah apapun yang tidak kita pernah sangka/ pikirkan sebelumnya.

Jangan sampai pengalaman menikmati makanan yang kita sukai hanya kita anggap sebagai kebutuhan. Sebab takkan pernah selesai untuk dipenuhi dan takutnya berakhir dengan biasa saja. Sederhananya nikmati! 

Salam (:

Kejutan dalam Satu Butir Klepon

sampingrumahku.com - Siapa yang tak tahu jajanan pasar yang satu ini, yap Klepon!. Jajanan berbentuk bulat dengan taburan parutan kelapa di luarnya dengan isian gula merah. Klepon memang bisa kita temukan dengan mudah di pasar-pasar tradisional dengan dibungkus daun pisang menambah kesan tradisional. Namun jangan salah sangka, dengan bungkusan semacam itu justru klepon semakin sedap untuk dinikmati.

Bahan dasarnya adalah tepung beras ketan yang dibentuk bola-bola kecil lalu direbus pada air mendidih. Kita bisa menambahkan daun pandan sebagai pewarna alami dan tentu saja menambah wangi. Ada juga parutan kelapa guna melapisi bagian terluar dari klepon ini. Satu hal yang tak boleh terlewat adalah gula merah sebagai isian. Sebab klepon tanpa isian gula merah bagaikan sayur tanpa garam (hahaha). 




Terkadang kita memakan sebuah jajanan/ makanan apapun tanpa sadar kita tidak menikmatinya sama sekali. Dimulai dari gigitan pertama sampai habis, kita hanya melewatkan rutinitasnya dengan biasa saja. Berbagai alasan kita ciptakan sebagai upaya penyangkalan bahwa sebenarnya kita tak menikmati makanan yang kita makan, contohnya "ah saya buru-buru, sudah mepet waktu istirahatnya, dan lain-lain. Ada kalanya kita harus benar-benar khidmat pada saat makan, supaya tak berakhir dengan biasa saja. Menikmati makanan juga sebuah penghormatan terhadap makanan itu sendiri.

Kembali ke klepon setelah berbicara kesana-kemari. Klepon mempunyai tekstur kenyal pada gigitan pertama dan seterusnya. Kenyalnya klepon karena terbuat dari tepung beras ketan, tapi untungnya ada parutan kelapa yang membuatnya gurih. Ketika kita sedang sibuk mengunyah klepon dengan tekstur kenyal ini, berpindah dari sisi kanan ke kiri, agaknya gigi susah untuk menghancurkan dan tiba-tiba ceplus seperti ada yang meletus di dalam mulut kita. Bahkan terkadang pada saat gigitan pertama ia sudah meletus. Ia menyebar kemana-mana, dinding, langit-langit, sela-sela gigi, dan ia memenuhi seluruh ruang kunyah kita. Isian gula jawa merah pada klepon telah membuat lengkap takdir sebuah klepon yang harus tanggal pada mulut kita. Nikmat! Tak berhenti disitu, tanpa sadar kita akan terus mengambil klepon dari wadahnya, mengunyah satu persatu dan mencari letusan-letusan lainnya sampai benar-benar habis klepon itu dikoyak-koyak mulut. 



Klepon memberitahu kita bahwa dalam hidup membutuhkan proses untuk mencapai kenikmatan. Dimulai dengan cobaan-cobaan dan usaha dalam menyelesaikan setiap problematika hidup suatu saat tanpa sadar kita akan mendapatkan kejutan-kejutan yang tidak pernah kita sangka sebelumnya. Jika Gula jawa merah adalah sensasi kejutan pada setiap gigitan klepon, maka kejutan pada hidup kita adalah apapun yang tidak kita pernah sangka/ pikirkan sebelumnya.

Jangan sampai pengalaman menikmati makanan yang kita sukai hanya kita anggap sebagai kebutuhan. Sebab takkan pernah selesai untuk dipenuhi dan takutnya berakhir dengan biasa saja. Sederhananya nikmati! 

Salam (:

No comments