Koleksi dan Salah Satu Jalan Bahagia

SampingRumahKu.com - Hai kembali lagi dengan tulisan saya yang 'sok-sokan' beropini ini, tentu saja di kanal blog yang saya kelola ini. Seperti yang sudah disinggung baru saja, saya akan menuliskan opini atau pendapat saya dengan tema koleksi dan salah satu jalan bahagia. Ohya sebelum saya melanjutkan tulisan ini, saya ingin mengingatkan teman-teman pembaca kalau di blog ini juga ada beberapa tulisan saya yang masih 'sok-sokan' sudi kiranya teman-teman juga mengeceknya hehehe (baca: promosi). Oke saya lanjutkan tulisannya.

Merujuk pada KBBI, koleksi/ko·lek·si/ /koléksi/ n 1 kumpulan (gambar, benda bersejarah, lukisan, dan sebagainya) yang sering dikaitkan dengan minat atau hobi objek (yang lengkap); 2 kumpulan yang berhubungan dengan studi penelitian; 3 cara dan sebagainya mengumpulkan gambar, benda bersejarah, lukisan, objek penelitian, dan sebagainya. Sedangkan di wikipedia mempunyai pemaknaan yang berbeda pada tiap penerapan kata koleksi, bisa teman-teman cek sendiri. Nah di sini saya kerucutkan yang ada pada tulisan ini, koleksi adalah benda-benda yang kita kumpulkan sebagai hobi. Saya hanya ingin fokus pada satu objek penerapan kata koleksi. Sedangkan orang yang suka mengkoleksi kita sebut dengan kolektor.

Kegiatan mengoleksi ini mempunyai sisi menarik sendiri, mulai dari barang yang dikoleksi, cara mendapatkannya, sampai perawatan barang yang dikoleksi. Mungkin bagi sebagian orang memandang aktivitas koleksi ini kurang menarik karena mungkin akan menimbulkan kegiatan-kegiatan yang membosankan, terlebih jika barang yang ingin dikoleksi memiliki nilai harga yang fantastis. Itu bukan jadi soal, sebab setiap orang memiliki cara sendiri untuk bahagia.


Salah Satu Jalan Bahagia

Saya pernah mendengar satu ungkapan 'bahagia itu bukan dicari, tapi diciptakan', namun saya lupa siapa yang berkata demikian hehe. Tapi disini saya sepakat dengan ungkapan tadi. Kita terkadang lalai bahwa sebenarnya bahagia itu dekat dengan diri kita, hanya saja terkadang pikiran kita terlampau jauh untuk memberi akses bahwa bahagia itu jauh jaraknya. Padahal diri kita bisa menciptakan kebahagiaan-kebahagiaan pada setiap ruang pada diri kita dan orang lain. 



Koleksi dan Salah Satu Jalan Bahagia

Kali ini saya menciptakan kebahagiaan untuk diri saya sendiri dengan mengoleksi album rilisan fisik, kaos lokal/ kaos merchandise band-band, dan buku. Orang-orang di luar sana juga memiliki objek tersendiri tentang barang apa yang mereka koleksi. Uniknya terkadang barang yang mereka koleksi itu sangat tidak masuk akal bagi kita, tentu saja saya lebih suka menyebutnya unik. Contohnya, kolektor wadah permen, kolektor tindik, dll. Tentu saja itu menjadi jalan kebahagiaan bagi kolektornya. Barang-barang yang kita koleksi barang tentu pasti memiliki makna tersendiri dan motif masing-masing sampai tergerak untuk mengumpulkan barang-barang tersebut. 

Dalam keluarga saya sebenarnya sudah akrab dengan barang-barang koleksi, walaupun jumlah barang yang dikoleksi belum banyak. Sepupu dan Om saya mempunyai hobi koleksi album rilisan fisik, terutama kaset pita sampai menurun kepada saya sendiri. Saya cukup senang karena akhirnya mempunyai barang-barang koleksi saya sendiri. Ada rasa bahagia manakala bisa mendapatkan barang incaran, terkadang untuk mendapat barang tersebut kita harus mengeluarkan tenaga dan materi yang cukup menguras wkwk. Tapi itu bukan menjadi persoalan yang serius, hal ini malah menjadi suntikan semangat untuk mengumpulkan tenaga dan materi untuk menebus barang tersebut guna menambah koleksi yang sudah ada. Satu hal yang tak boleh terlewatkan ketika kita sudah mendapatkan barang koleksi incaran kita adalah merawatnya. Merawat sebuah barang koleksi adalah bentuk kasih sayang kita kepada barang-barang yang sudah dapatkan dengan susah payah. Merawat juga sebuah bentuk bersyukur atas nikmat yang sudah kita dapat, yaitu barang koleksi. 

Belakangan ini saya sedang mencoba mengoleksi kaos-kaos lokal dari kawan-kawan saya sendiri. Mereka desain dan mereka pasarkan sendiri. Kaos-kaos yang saya koleksi adalah bentuk dukungan saya kepada kawan-kawan yang bergerak di industri kreatif, terlebih saya menyukai desain-desain yang mereka buat. Kenapa kaos? Karena kaos adalah pakaian yang sering saya pakai untuk sehari-hari wkwkwk, ambil tinggal pakai, sesederhana itu. Tentu saja ada pesan-pesan tersembunyi pada setiap kaos yang saya koleksi, saya kenakan supaya orang lain juga mengetahui pesan-pesan yang ada pada kaos tersebut.

Saya melakukan koleksi karena menurut saya dengan mengoleksi kita bisa belajar mendapatkan sesuatu dengan usaha dan tentu saja kita belajar menghargai dengan cara merawat barang koleksi kita. Bahkan ada sebagian orang yang mengoleksi barang dengan alasan yang beragam, ada yang karena barang unik, bernilai sejarah, dan tentu saja bermakna. Saya yakin semua itu adalah berujung pada satu kata 'bahagia', dan kebahagiaan tiap orang berbeda-beda menurut pandangan dan pemaknaan dalam hidupnya.

Jadi barang apa yang sudah teman-teman koleksi saat ini? Rawatlah!

Sekian tulisan yang 'sok-sokan' beropini ini, terimakasih sudah berkunjung dan membaca :)

Koleksi dan Salah Satu Jalan Bahagia

Koleksi dan Salah Satu Jalan Bahagia

SampingRumahKu.com - Hai kembali lagi dengan tulisan saya yang 'sok-sokan' beropini ini, tentu saja di kanal blog yang saya kelola ini. Seperti yang sudah disinggung baru saja, saya akan menuliskan opini atau pendapat saya dengan tema koleksi dan salah satu jalan bahagia. Ohya sebelum saya melanjutkan tulisan ini, saya ingin mengingatkan teman-teman pembaca kalau di blog ini juga ada beberapa tulisan saya yang masih 'sok-sokan' sudi kiranya teman-teman juga mengeceknya hehehe (baca: promosi). Oke saya lanjutkan tulisannya.

Merujuk pada KBBI, koleksi/ko·lek·si/ /koléksi/ n 1 kumpulan (gambar, benda bersejarah, lukisan, dan sebagainya) yang sering dikaitkan dengan minat atau hobi objek (yang lengkap); 2 kumpulan yang berhubungan dengan studi penelitian; 3 cara dan sebagainya mengumpulkan gambar, benda bersejarah, lukisan, objek penelitian, dan sebagainya. Sedangkan di wikipedia mempunyai pemaknaan yang berbeda pada tiap penerapan kata koleksi, bisa teman-teman cek sendiri. Nah di sini saya kerucutkan yang ada pada tulisan ini, koleksi adalah benda-benda yang kita kumpulkan sebagai hobi. Saya hanya ingin fokus pada satu objek penerapan kata koleksi. Sedangkan orang yang suka mengkoleksi kita sebut dengan kolektor.

Kegiatan mengoleksi ini mempunyai sisi menarik sendiri, mulai dari barang yang dikoleksi, cara mendapatkannya, sampai perawatan barang yang dikoleksi. Mungkin bagi sebagian orang memandang aktivitas koleksi ini kurang menarik karena mungkin akan menimbulkan kegiatan-kegiatan yang membosankan, terlebih jika barang yang ingin dikoleksi memiliki nilai harga yang fantastis. Itu bukan jadi soal, sebab setiap orang memiliki cara sendiri untuk bahagia.


Salah Satu Jalan Bahagia

Saya pernah mendengar satu ungkapan 'bahagia itu bukan dicari, tapi diciptakan', namun saya lupa siapa yang berkata demikian hehe. Tapi disini saya sepakat dengan ungkapan tadi. Kita terkadang lalai bahwa sebenarnya bahagia itu dekat dengan diri kita, hanya saja terkadang pikiran kita terlampau jauh untuk memberi akses bahwa bahagia itu jauh jaraknya. Padahal diri kita bisa menciptakan kebahagiaan-kebahagiaan pada setiap ruang pada diri kita dan orang lain. 



Koleksi dan Salah Satu Jalan Bahagia

Kali ini saya menciptakan kebahagiaan untuk diri saya sendiri dengan mengoleksi album rilisan fisik, kaos lokal/ kaos merchandise band-band, dan buku. Orang-orang di luar sana juga memiliki objek tersendiri tentang barang apa yang mereka koleksi. Uniknya terkadang barang yang mereka koleksi itu sangat tidak masuk akal bagi kita, tentu saja saya lebih suka menyebutnya unik. Contohnya, kolektor wadah permen, kolektor tindik, dll. Tentu saja itu menjadi jalan kebahagiaan bagi kolektornya. Barang-barang yang kita koleksi barang tentu pasti memiliki makna tersendiri dan motif masing-masing sampai tergerak untuk mengumpulkan barang-barang tersebut. 

Dalam keluarga saya sebenarnya sudah akrab dengan barang-barang koleksi, walaupun jumlah barang yang dikoleksi belum banyak. Sepupu dan Om saya mempunyai hobi koleksi album rilisan fisik, terutama kaset pita sampai menurun kepada saya sendiri. Saya cukup senang karena akhirnya mempunyai barang-barang koleksi saya sendiri. Ada rasa bahagia manakala bisa mendapatkan barang incaran, terkadang untuk mendapat barang tersebut kita harus mengeluarkan tenaga dan materi yang cukup menguras wkwk. Tapi itu bukan menjadi persoalan yang serius, hal ini malah menjadi suntikan semangat untuk mengumpulkan tenaga dan materi untuk menebus barang tersebut guna menambah koleksi yang sudah ada. Satu hal yang tak boleh terlewatkan ketika kita sudah mendapatkan barang koleksi incaran kita adalah merawatnya. Merawat sebuah barang koleksi adalah bentuk kasih sayang kita kepada barang-barang yang sudah dapatkan dengan susah payah. Merawat juga sebuah bentuk bersyukur atas nikmat yang sudah kita dapat, yaitu barang koleksi. 

Belakangan ini saya sedang mencoba mengoleksi kaos-kaos lokal dari kawan-kawan saya sendiri. Mereka desain dan mereka pasarkan sendiri. Kaos-kaos yang saya koleksi adalah bentuk dukungan saya kepada kawan-kawan yang bergerak di industri kreatif, terlebih saya menyukai desain-desain yang mereka buat. Kenapa kaos? Karena kaos adalah pakaian yang sering saya pakai untuk sehari-hari wkwkwk, ambil tinggal pakai, sesederhana itu. Tentu saja ada pesan-pesan tersembunyi pada setiap kaos yang saya koleksi, saya kenakan supaya orang lain juga mengetahui pesan-pesan yang ada pada kaos tersebut.

Saya melakukan koleksi karena menurut saya dengan mengoleksi kita bisa belajar mendapatkan sesuatu dengan usaha dan tentu saja kita belajar menghargai dengan cara merawat barang koleksi kita. Bahkan ada sebagian orang yang mengoleksi barang dengan alasan yang beragam, ada yang karena barang unik, bernilai sejarah, dan tentu saja bermakna. Saya yakin semua itu adalah berujung pada satu kata 'bahagia', dan kebahagiaan tiap orang berbeda-beda menurut pandangan dan pemaknaan dalam hidupnya.

Jadi barang apa yang sudah teman-teman koleksi saat ini? Rawatlah!

Sekian tulisan yang 'sok-sokan' beropini ini, terimakasih sudah berkunjung dan membaca :)

No comments