Bin Idris Berkisah dengan Anjing Tua


sampingrumahku.com - Sesuai dengan judul tulisan ini, Bin Idris alias Haikal Azizi telah bercerita dengan Anjing Tua (baca: album ke 2 Bin Idris) yang dikemas secara apik menurut saya. Walaupun Haikal sendiri mengatakan bahwa Anjing Tua adalah album yang dikerjakannya secara gegabah (gegabah saja hasilnya begini, bagaimana kalau direncanakan dengan matang hehe). Tetapi saya yakin album ini dibalik ketergesaan album ini, Haikal adalah peramu nada dan lirik yang ciamik.


 Bin Idris Berkisah dengan Anjing Tua


FYI untuk yang belum mengetahui, Bin Idris sendiri adalah proyek solo dari Haikal Azizi sang vokalis band Sigmun. Dalam project ini pula Haikal telah merilis 2 album yang dirilis dalam jangka waktu yang tak lama. Album-album yang telah dirilis terdiri dari Bin Idris (2016), dan Anjing Tua (2018). Hal ini menunjukan produktifitas Haikal dengan proyek solonya ini.

Dalam album Anjing Tua ini terdapat 7 track lagu sebagai materinya. Diawali dengan lagu Anjing Tua, Anak Panah, Hari Sudah Petang. Kemudian dilanjut dengan lagu Rukun Warga, Pulang Kampung, Tenggelam, dan Raya sebagai lagu penutup pada album ini. Menurut Haikal sendiri, materi dalam album ini sebagian besar hadir karena alasan sepele, yaitu gitar akustik baru.  Cukup menarik memang, hanya dengan mempunyai gitar akustik baru kemudian melahirkan semangat untuk mengabadikan suara gitar tersebut dalam bentuk album dan kalau meminjam istilah yang dipakai Haikal adalah mengumbar suara gitar baru. 


 Bin Idris Berkisah dengan Anjing Tua


Dari ke 7 track dalam album ini yang menarik perhatian saya sebagai pendengar yaitu, Rukun Warga. Alasanya cukup sederhana, lagu ini cukup dan cenderung sangat dekat dengan keadaan Indonesia saat ini. Terlebih lagi lagu ini sudah rilis video clipnya di Youtube. Cukup menjadi sentilan untuk pribadi saya sendiri sebagai pendengar, dimana kita harus bisa menjaga kerukunan antar sesama manusia. Namun menurut saya, Bin Idris sendiri tidak berbicara terlalu jauh alias tidak muluk-muluk berbicara soal itu. Ia mengambil lingkup kecil dari hubungan sosial masyarakat yang ada, yaitu rukun warga. Ini menjadi menarik bagi saya juga menjadi pengingat bagi saya sendiri "sebelum merubah hal yang besar, kita harus merubah hal yang dianggap sepele". Sudah seyogyanya kita saling menjaga kerukunan, perdamaian karena kita berbagi bumi dan matahari yang sama.

Namun untuk keseluruhan track dalam album ini sangat easy listening dan bisa dijadikan teman saat melakukan perjalanan. Ada tambahan alat musik Udu yang menemari petikan gitar dari Haikal terdapat di lagu Anjing Tua, dan Rukun Warga. 

Kemudian menurut hemat saya, memahami lagu guna menangkap pesan itu ada keunikan dan kejutan-kejutannya sendiri dari karya yang tersaji. Lagu dengan lirik-lirik unik ini memberi ruang yang luas untuk kita mengartikan dan memahami maknanya, walaupun si pemilik karya ini mengganggap karyanya 'tak' mempunyai makna. Ohya, album ini bisa kita nikmati di Spotify dan Haikal pun merilisnya dalam bentuk fisik kaset. Panjang umur rilisan fisik musik dan dunia musik tanah air.

Bin Idris Berkisah dengan Anjing Tua

 Bin Idris Berkisah dengan Anjing Tua


sampingrumahku.com - Sesuai dengan judul tulisan ini, Bin Idris alias Haikal Azizi telah bercerita dengan Anjing Tua (baca: album ke 2 Bin Idris) yang dikemas secara apik menurut saya. Walaupun Haikal sendiri mengatakan bahwa Anjing Tua adalah album yang dikerjakannya secara gegabah (gegabah saja hasilnya begini, bagaimana kalau direncanakan dengan matang hehe). Tetapi saya yakin album ini dibalik ketergesaan album ini, Haikal adalah peramu nada dan lirik yang ciamik.


 Bin Idris Berkisah dengan Anjing Tua


FYI untuk yang belum mengetahui, Bin Idris sendiri adalah proyek solo dari Haikal Azizi sang vokalis band Sigmun. Dalam project ini pula Haikal telah merilis 2 album yang dirilis dalam jangka waktu yang tak lama. Album-album yang telah dirilis terdiri dari Bin Idris (2016), dan Anjing Tua (2018). Hal ini menunjukan produktifitas Haikal dengan proyek solonya ini.

Dalam album Anjing Tua ini terdapat 7 track lagu sebagai materinya. Diawali dengan lagu Anjing Tua, Anak Panah, Hari Sudah Petang. Kemudian dilanjut dengan lagu Rukun Warga, Pulang Kampung, Tenggelam, dan Raya sebagai lagu penutup pada album ini. Menurut Haikal sendiri, materi dalam album ini sebagian besar hadir karena alasan sepele, yaitu gitar akustik baru.  Cukup menarik memang, hanya dengan mempunyai gitar akustik baru kemudian melahirkan semangat untuk mengabadikan suara gitar tersebut dalam bentuk album dan kalau meminjam istilah yang dipakai Haikal adalah mengumbar suara gitar baru. 


 Bin Idris Berkisah dengan Anjing Tua


Dari ke 7 track dalam album ini yang menarik perhatian saya sebagai pendengar yaitu, Rukun Warga. Alasanya cukup sederhana, lagu ini cukup dan cenderung sangat dekat dengan keadaan Indonesia saat ini. Terlebih lagi lagu ini sudah rilis video clipnya di Youtube. Cukup menjadi sentilan untuk pribadi saya sendiri sebagai pendengar, dimana kita harus bisa menjaga kerukunan antar sesama manusia. Namun menurut saya, Bin Idris sendiri tidak berbicara terlalu jauh alias tidak muluk-muluk berbicara soal itu. Ia mengambil lingkup kecil dari hubungan sosial masyarakat yang ada, yaitu rukun warga. Ini menjadi menarik bagi saya juga menjadi pengingat bagi saya sendiri "sebelum merubah hal yang besar, kita harus merubah hal yang dianggap sepele". Sudah seyogyanya kita saling menjaga kerukunan, perdamaian karena kita berbagi bumi dan matahari yang sama.

Namun untuk keseluruhan track dalam album ini sangat easy listening dan bisa dijadikan teman saat melakukan perjalanan. Ada tambahan alat musik Udu yang menemari petikan gitar dari Haikal terdapat di lagu Anjing Tua, dan Rukun Warga. 

Kemudian menurut hemat saya, memahami lagu guna menangkap pesan itu ada keunikan dan kejutan-kejutannya sendiri dari karya yang tersaji. Lagu dengan lirik-lirik unik ini memberi ruang yang luas untuk kita mengartikan dan memahami maknanya, walaupun si pemilik karya ini mengganggap karyanya 'tak' mempunyai makna. Ohya, album ini bisa kita nikmati di Spotify dan Haikal pun merilisnya dalam bentuk fisik kaset. Panjang umur rilisan fisik musik dan dunia musik tanah air.

No comments